Kimia Organik Farmasi _Rps 12

Monosakarida merupakan gula dari golongan karbohidrat yang paling sederhana yang hanya memiliki satu monomer dengan rumus kimia CnH2nOn. 

Berikut Vidio penjelasannya:

https://youtu.be/aSPkISHfm_o

Pembahas: Ade Juwita Aryani 

Komentar

  1. 1. Glukosa merupakan monosakarida yang paling banyak ditemukan dalam buah buahan, selain digunakan sebagai perasa manis atau bahan gula adakah efek farmakologi dari glukosa?

    2. Apakah adanya konfigurasi asimetris ( notasi D dan L) memberikan efek berbeda?

    3. Pati merupakan homopolimer glukosa, Pati terbagi menjadi dua fraksi amilosa dapat larut dalam air panas dan amilopektin tidak dapat larut dalam air panas, apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Glukosa adalah obat yang tersedia dalam cairan injeksi yang biasanya digunakan melalui cairan infus serta obat minum berupa tablet. Cara kerja obat ini adalah dengan cara meningkatkan kadar glukosa di dalam darah. Kegunaan utama glukosa adalah untuk mengobati kadar gula darah rendah atau hipoglikemia, biasanya pada orang yang menderita diabetes mellitus.

      Namun, glukosa adalah obat yang juga digunakan untuk meningkatkan kadar asupan karbohidrat pada orang yang tidak bisa makan karena suatu penyakit, trauma, atau kondisi medis lainnya. Glukosa juga bisa digunakan untuk mengobati hiperkalemia, atau kondisi di mana kadar kalium di dalam darah terlalu tinggi.
      2. Notasi D & L dilakukan karena adanya atom C dengan
      konfigurasi asimetris seperti pada gliseraldehida.
      Dekstrosa terbentuk akibat larutan D-glukosa
      berotasi terpolarisasi cahaya ke kanan. Dalam
      kasus yang sama D-fruktosa disebut "levulosa"
      karena larutan levulosa berotasi terpolarisasi
      cahaya ke kiri.
      • Faktor yang menjadi penentu dari bentuk
      glukosa ini adalah posisi gugus hidrogen (-H)
      dan alkohol (–OH) dalam struktur molekulnya.
      3. Amilosa merupakan
      komponen pati yang mempunyai rantai lurus
      dan larut dalam air, sedangkan amilopektin
      mempunyai rantai cabang dan tidak larut dalam
      air tetapi larut dalam n-butanol. Hal ini
      dikarenakan amilosa tersusun dari rantai lurus
      D-glukosa yang berikatan dengan α-1,4. Selain
      itu juga dipengaruhi oleh ikatan hidrogen yang
      terjadi antara gugus OH pada amilosa dengan
      gugus OH atau H pada air. Ketika pati
      dipanaskan dalam air pada temperatur
      gelatinisasi, energi panas menyebabkan ikatan
      hidrogen pati menjadi melemah. Ikatan yang
      lemah memudahkan air masuk ke dalam
      granula dan memungkinkan sedikit melarutnya
      dan terjadi pertukaran molekul amilosa menuju
      ke air.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Farmakognosi Rps 6

Kimia Organik Farmasi Rps 14