Kimia Organik Farmasi _Rps 12
Monosakarida merupakan gula dari golongan karbohidrat yang paling sederhana yang hanya memiliki satu monomer dengan rumus kimia CnH2nOn.
Berikut Vidio penjelasannya:
Pembahas: Ade Juwita Aryani
Monosakarida merupakan gula dari golongan karbohidrat yang paling sederhana yang hanya memiliki satu monomer dengan rumus kimia CnH2nOn.
Berikut Vidio penjelasannya:
Pembahas: Ade Juwita Aryani
1. Glukosa merupakan monosakarida yang paling banyak ditemukan dalam buah buahan, selain digunakan sebagai perasa manis atau bahan gula adakah efek farmakologi dari glukosa?
BalasHapus2. Apakah adanya konfigurasi asimetris ( notasi D dan L) memberikan efek berbeda?
3. Pati merupakan homopolimer glukosa, Pati terbagi menjadi dua fraksi amilosa dapat larut dalam air panas dan amilopektin tidak dapat larut dalam air panas, apa yang menyebabkan hal itu terjadi?
1. Glukosa adalah obat yang tersedia dalam cairan injeksi yang biasanya digunakan melalui cairan infus serta obat minum berupa tablet. Cara kerja obat ini adalah dengan cara meningkatkan kadar glukosa di dalam darah. Kegunaan utama glukosa adalah untuk mengobati kadar gula darah rendah atau hipoglikemia, biasanya pada orang yang menderita diabetes mellitus.
HapusNamun, glukosa adalah obat yang juga digunakan untuk meningkatkan kadar asupan karbohidrat pada orang yang tidak bisa makan karena suatu penyakit, trauma, atau kondisi medis lainnya. Glukosa juga bisa digunakan untuk mengobati hiperkalemia, atau kondisi di mana kadar kalium di dalam darah terlalu tinggi.
2. Notasi D & L dilakukan karena adanya atom C dengan
konfigurasi asimetris seperti pada gliseraldehida.
Dekstrosa terbentuk akibat larutan D-glukosa
berotasi terpolarisasi cahaya ke kanan. Dalam
kasus yang sama D-fruktosa disebut "levulosa"
karena larutan levulosa berotasi terpolarisasi
cahaya ke kiri.
• Faktor yang menjadi penentu dari bentuk
glukosa ini adalah posisi gugus hidrogen (-H)
dan alkohol (–OH) dalam struktur molekulnya.
3. Amilosa merupakan
komponen pati yang mempunyai rantai lurus
dan larut dalam air, sedangkan amilopektin
mempunyai rantai cabang dan tidak larut dalam
air tetapi larut dalam n-butanol. Hal ini
dikarenakan amilosa tersusun dari rantai lurus
D-glukosa yang berikatan dengan α-1,4. Selain
itu juga dipengaruhi oleh ikatan hidrogen yang
terjadi antara gugus OH pada amilosa dengan
gugus OH atau H pada air. Ketika pati
dipanaskan dalam air pada temperatur
gelatinisasi, energi panas menyebabkan ikatan
hidrogen pati menjadi melemah. Ikatan yang
lemah memudahkan air masuk ke dalam
granula dan memungkinkan sedikit melarutnya
dan terjadi pertukaran molekul amilosa menuju
ke air.