Farmakognosi Rps 6

 Simplisia daun kelor setelah simplisia nya disiapkan, kemudian simplisia diuji dengan parameter uji organoleptik,uji makroskopi,uji kandungan kimia. Selanjutnya tahapan pembuatan simplisia adalah penetapan kadar sari larut air dan etanol. 


Kadar sari simplisia larut etanol.

Serbuk simplisia sebanyak 5 gram dimaserasi atau direndam dengan pelarut organik etanol 95% sebanyak 100 ml selama 24 jam pada wadah atau labu yang tertutup dan lakukan pengocokan selama 6 jam pertama maserasi lalu didiamkan selama 18 jam. Setelah 24 jam serbuk simplisia daun kelor tadi dimaserasi dengan etanol, langsung disaring dengan cepat untuk mencegah penguapan etanol. 20 ml filtrat diambil dan diuapkan pada cawan dengan alas datar yang sudah ditara pada penangas air hingga kering. Sisanya yaitu 80 ml filtrat dipanaskan dalam suhu 105 derajat Celcius sampai konstan.


1. Penyaji milda rahayu yang membahas Ade Yolanda Putri

2. Penyaji Septi Hariyani yang membahas Ade Juwita Aryani dan Victoria Benny Wijaya


Temukan vidio penjelasan saya pada menit ke 2.00

https://youtu.be/wSr2KY4Jue8


Komentar

  1. kenapa pada proses masirasi simplisia daun kelor tersebut harus dengan etanol 95%?, jika kurang atau berlebih apa yang terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelarut yang digunakan pada metode maserasi ini adalah etanol 96%. Alasan menggunakan pelarut etanol 96% yaitu untuk menghasilkan ekstrak yang kental (murni) sehingga mempermudah untuk proses identifikasi.
      Pelarut etanol 95% dapat melarutkan senyawa antioksidan lebih banyak dibanding air, sehingga dapat menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi pula.
      Pelarut etanol memiliki sifat untuk menembus bahan dinding sel sehingga mampu melakukan difusi sel dan menarik senyawa bioaktif lebih cepat. merupakan pelarut yang bersifat semipolar

      Hapus
  2. pada tahap akhir apakah dalam prosese pemanasan harus dengan suhu 105 derajat Celcius

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk suhu pemanasan pada tahap akhir setelah maserasi itu tergantung pada simplisia yang kita gunakan. Pada simplisia daun kelor digunakan suhu 105 derajat Celcius itu karena supaya kadar yang terfiltrat dari proses maserasi baik itu kadar air, etanol, maupun etil asetat akan cepat teridentifikasi, sehingga simplisia yang dihasilkan berkualitas bagus dengan kandungan aktif yang tidak berkurang

      Hapus
  3. pada proses perendaman ini terdapat ketentuan waktunya tersendiri nah jika waktunya tidak sesuai apa yang akan terjadi pada simplisia tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Tujuan maserasi kan untuk mengekstrak senyawa-senyawa yang terkandung dalam simplisia. Pada maserasi simplisia daun kelor dilakukan selama 24 jam. Jika waktunya terlalu cepat atau lama maka akan menyebabkan senyawa akan terekstrak lebih banyak,bisa saja bahan aktif yang berkhasiat pada simplisia daun kelor akan terekstrak juga atau ikutan tersaring seperti senyawa lain yang tidak dibutuhkan contohnya air.

      Hapus
  4. misalkan jika tidak menggunakan pelarut etanol apakah bisa diganti dengan pelarut lain dan apakah akan ada efek yang berbeda nantinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelarut yang digunakan pada proses maserasi simplisia ada 3 yaitu pelarut nonpolar (air), pelarut polar (etanol) dan pelarut semi polar (etil asetat). Pada tahapan pengujian kadar sari etanol ya yang digunakan juga pelarut etanol untuk menarik senyawa secara cepat.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Organik Farmasi Rps 14